![]() |
| Gambar: youtube.com |
Oleh: Haikal Fadhil Anam
Saat itu, aku baru saja pulang dari
masjid usai melaksanakan shalat jamaah Isya. Aku sedang duduk di ruang tamu
rumahku bersama kakaku yang kebetulan ia sedang pulang karena hari Sabtu dan
Minggu libur kerja. Tiba-tiba datang seseorang megetuk pintu rumahku, dan aku
bukakan. Seseorang itu adalah tetanggaku,
sebut saja Yumul, lelaki dengan perawakan tinggi, mahasiswa semester 4. Dengan raut
wajah yang terlihat gelisah, ia langsung menanyakan keberadaan bapakku. Aku langsung
memanggil bapakku.
Aku tanyakan apa yang terjadi pada si Yumul dan pada
bapakku, tapi karena kelihatan buru-buru, maka pertanyaanku tidak dijawab. Kelihatannya bapakku sudah tahu apa
yang terjadi. Tidak terlalu penasaran, biasa
saja saat itu perasaanku. Ibuku kebetulan sedang sakit, demam, aku yang saat
itu lapar, menanyakan pada ibuku, ada lauk apa yang bisa dimakan, ibuku
menjawab masak telor sendiri saja. Tanpa pikir panjangpun aku langsung menuju
dapur.
Di dapur, aku mulai membuka telornya,
memasukan bumbu-bumbu seperti masako, ditambah irisan bawang merah kesukaanku. Karena
di dapur saat itu aku melihat ada kentang, aku pun sekalian mengupas kentang
itu, untuk aku goring layaknya Kentucky, walau pasti rasanya sangatlah berbeda.
Kemudian, aku ke ruang tamu untuk sekedar melihat-lihat, dan saat itu, aku
lihat bapak sudah pulang. Tiba-tiba kakaku mengajak ke Sukajadi (nama salah
satu daerah) aku bertanya, untuk apa ke sana, ia pun menjawab ke bidan.
Aku bertanya lagi ke kakaku, memang
siapa yang sakit, jawaban darinya kurang jelas. Aku menolak ajakannya karena
aku sedang memasak telor, aku pun kembalik ke dapur. Ketika memasak, bapak pun
ke belakang dekat dapur, aku bertanya pada bapak, habis apa tadi ke rumah
Yumul, bapak menjawab habis mendoakan kakanya Yumul yang lagi hamil, katanya
kerasukan makhluk halus, dan di sana pun sudah ada paranormal (kasanya dukun),
bapak sambil tertawa dan begitupun aku, karena bisa-bisanya, langsung memanggil
paranormal.
Kata bapak, ketika di rumah si Yumul,
bapak Cuma meminumkan air putih yang telah didoakan. Kakanya Yumul pun akhirnya
tenang, karena sebelum-sebelumnya, kakanya Yumul tidak sadarkan diri, dan
setelah diberi minum oleh bapak, sadar. Setelah sadar, bapak menyuruh untuk ke
bidan, karena keluarga Yumul tidak memiliki mobil, maka mereka menggunakan
mobilku, dan kakaku sebagai supirnya mengantarkan mereka.
Aku pun kembali memasak telor dan
menggoreng kentang. Setelah matang, aku makan di ruang tamu. Beberapa setelah
selesai makan, ketika itu akusedang duduk bersama bapakku sembari nonton tv,
tiba-tiba suara ketukan pintu terdegar. Aku langsung bukakan pintunya. Setelah aku
buka, ternyata si Yumul, dengan muka gelisah dan tergopoh-gopoh, ia langsung
bercerita, kalau kakaku kemasukan makhluk halus (kesurupan). Ia katakana bahwa,
kakaku dari semenjak menyetir, tangannya bergerak-gerak sendiri. Sekarang kakaku,
masih kerasukan, dan masih di mobil di depan bidan yang berada di Sukajadi.
Ia meminta bapakku untuk ke sana
untuk menyadarkan kembali, karena ia bilang kakaku tidak sadar, dan berbicara
seperti suara perempuan. Tanpa pikir panjang, aku pun siap-siap untuk
mengantarkan bapakku ke tempat bidan itu. Aku pun mengeluarkan motor, dan
bergegas langsung berangkat ke tempat bidan itu. Di jalan bapak menasihati,
kalau terjadi kondisi seperti ini, jangan panik, harus tenang, jangan seperti
si Yumul yang terlihat sangat panik. Aku pun mengangguk, karena dari tadi aku
pun berusaha untuk tetap tenang dan santai, malah si Yumul aku becandain.
Di jalan, bulu kudukku seperti
merinding, entah mengapa, padahal aku sama sekali tidak takut, mungkin itu
memang respon. Karena memang aku belum pernah sama sekali melihat secara
langsung orang yang kemasukan makhluk halus (kesurupan). Aku pun berusaha
menenangkan diri, dan santai. Juga memang, di jalan angin lumayan kencang, dan
aku kedinginan, untuk pakai jaket.
Selang beberapa menit, sampailah aku
dan bapakku juga si Yumul di depan tempat bida itu. Aku turun dari motor, juga
bapakku, aku langsung melihat, kakaku sedang dijaga dan dipegang-pegang oleh
paranormal yang kata bapak tadi bilang. Kelihatannya sih, paranormal itu sama
sekai tidak ada cirri-ciri keparanormalannya, karena pakaiannya biasa, pakai
celana jean dan kaos biasa.
Aku dan bapakku mendekat ke kakakku,
kakaku masih berada di mobil duduk di depan setir mobil, sambil bicara entah
apa yg dibicarakan. Tanpa lama-lama, bapakku langsung saja menempelkan
tangannya ke tubuh kakaku, sembari melafalkan ayat kursi. Kakaku langsung meronta-ronta.
Ia pun mengatakan kepanasan, panaaas-panaas. Ia juga mengatakan
ampuuuun-ampuuuun, moal deui-deui (tidak lagi-lagi). Sembari tangannya gerak
sana gerak sini, ia juga berteriak-berteriak. Bapakku masih tetap melafalkan
ayat kursi dan doa lain-lainnya. Kakaku masih meronta-ronta, tangannya seperti
dikendalikan, selang beberapa menit, akhirnya, makhluk halu itu keluar, dan
kakaku sadar, ia bilang, entos pak, entos pak (sudah pak, sudah pak). Ia meminta
minum, dan aku pun langsung membawakannya.
Setelah itu, paranormal yang tadi pun
meminta ambilkan minum kepadaku, dan aku ambilkan minum, ia kelihatan sangat
cape. Ketika aku akan memberikan minum kepadanya, ia sedang dipegang bapak
pundaknya sambil dilafalkan ayat kursi dan doa-doa, aku kira, ia hanya sedang
dipijit-pijit sekedar menghilangkan sisa-sisa yang tadi, tetapi ternyata, lama
kelamaan, ia semakin meronta, ia muntah-muntah. Bapakku masih melafalkan ayat
kursi dan doa-doa, paranormal semakin menjadi-jadi, sepertinya aku kira ia pun
kemasukan.
Tangannya bergerak-gerak layaknya hendak
mencakar, layaknya harimau yang akan memangsa, ia jatuh ke tanah setelah bapak
memukul pundaknya. Kakaku yang kebetulan melihat itu pun bergerak-gerak, aku
kira ia kemasukan lagi, ia pun mendekati, bergerak-gerak layaknya akn bertarung
dengan paranormal itu, aku membantu bapak, dengan menempelkan tanganku ke tubuh
si paranormal itu, sembari membacakan doa ruqiyah yang aku hafal. Ia pun
meraung-raung, ia berbicara, awa siah ku aing maneh (awas kamu). Paranormal itu
pun masih bergerak-gera layaknya harimau. Kakakku yang seolah hendak
mengeluarkan makhluk halus, menekankan tangannya sembari bergetar-getar di
depan wajah paranormal itu, dan ternyata, ketika kakaku menekannya, paranormal
itu pun terhempas ke depan, bapakku masih melafalkan doa-doa di belakangnya, di
pundak si paranormal, selang setelah terhempas, akhrinya ia sadar.
Setelah sadar, air minum yang aku
bawakan tadi, aku suguhkan ke paranormal itu. Aku pun ke dalam ke ruang kakak
si Yumul yang sedang dirawat di ruangan klinik bidan. Aku melihat ia begitu
lemas, kata paranormal ia kecapean karena dimasuki makhlus halus itu sudah 2
hari, karena kata si Yumul, kakanya sudah tidak sadarkan diri semenjak 1 hari
belakangan. Bapakku pun melihat kaka si Yumul itu. Ia akan dibawa ke rumah
sakit Banjar, karena di klinik bidan ini alat-alatnya kurang komplit.
Aku duduk di tempat menunggu, dan
kakaku mendekat ke arahku, duduk di sampingku, ia becerita, katanya makhluk
halus yang dikeluarkan dari paranormal itu adalah memang miliknya, pamacan
(pamaung). Terlepas itu benar atau tidak, tetapi memang, antara makhluk halus
yang memasuki kakaku dan paranormal itu berbeda.
Akhirnya, semuanya pun telah kembali
seperti semula, dan kaka si Yumul pun dibawa ke rumah sakit Banjar dengan mbil
ambulan. Si Yumul bagian jaga rumah, keluarga kakanya si Yumul yang menamaninya
ke rumah sakit Banjar. Aku, bapakku, dan kakaku juga si Yumul dan adeknya pun
pulang ke rumah.
Ini merupakan cerita yang diambil
dari kisah nyata diri saya sendiri. Kisah ini terjadi pada tanggal 1 Juli 2018
dari jam 20.00 kurang lebih sampai 22.00 Wib.
***

Komentar
Posting Komentar